Info Hiv & Aids

Tanda-tanda HIV tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisik, bintik di kulit, tubuh kurus dan semacamnya bukanlah tanda-tanda patogen HIV. Untuk mengerti positif atau tidaknya hanya dapat dengan perantara tes lab. Pembicara pertama dari Kantor Kesehatan Gunungkidul Denik Utami didampingi Ayu Mursidi. Dalam materinya dijelaskan bahwa penularan HIV tidak bakal menular melalui jabat tangan, bergantian alat makan dengan ODHA, serta gigitan nyamuk. Maka dari tersebut tidak perlu menyakukan dan mengucilkan ODHA hanya karena kurangnya informasi tentang penularannya.

Pada tahap mula infeksi HIV, P24 diproduksi dalam banyak tinggi dan siap ditemukan dalam serum darah. Tes antibodi dan tes antigen digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan kinerja deteksi yang lebih akurat dan kian awal. Tes itu jarang digunakan sendiri karena sensitivitasnya yang rendah dan cuma bisa bekerja sebelum antibodi terhadap HIV terbentuk. Selain tersebut, pasien HIV yang sudah masuk tahap lanjut juga mengalami penurunan berat awak. Hasil pemeriksaan laboratorium, pasien yang afirmatif terinfeksi HIV pula mengalami penurunan leukosit kurang dari 5. 000 dengan limfosit kurang dari 1. 000. Infeksi HIV tidak segera merampungkan / menghancurkan orde kekebalan tubuh tetapi akan terus bereplikasi dan menginfeksi. Peserta yang hadir saat itu dari kadet kesehatan menyatakan mampu untuk menyebarkan saksi tentang HIV di dalam masyarakat luas.

Menurutnya, tersebut menjadi keprihatinan rapi, namun mereka nun merupakan penderita HIV-AIDS harus tetapn dilindungi dan diberi pedoman. Agar mereka paham dan sadar akan halnya bagaimana untuk menyikapinya dengan baik. “Lupus bukanlah penyakit yang disebabkan virus, mikroba atau bakteri, tidak menular, keterlibatan genetik, hormon serta mayapada. ” Berinteraksi sosial dengan orang nun telah terinfeksi HIV tidak menyebabkan penularan HIV. Tes antigen dapat mendeteksi antigen pada HIV yang memicu respon antibodi.

HIV

Apalagi ibu hamil dengan positif HIV siap melahirkan anaknya tanpa harus menularkan di bayinya. Mulai tahun 2018 kemarin tiap ibu hamil pula di cek buat penyakit sifilis – HIV – dan Hepatitis B. Tapi berkat kemajuan pada bidang kedokteran HIV tidak lagi menjadi penyakit mematikan, sekarang statusnya telah sebagai penyakit kronis, sebabat dengan Diabetes, Hipertensi, dan penyakit dalaman. Penyakit kronis adalah penyakit yang bisa ditekan dengan obat dan pengobatannya dilakukan dalam jangka nun panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>